Kings Of Leon at Lollapalooza Berlin 2016

Terpuaskan telinga, mata, dan otak. 

Respon saya terhadap penampilan Kings of Leon di hari pertama Lollapalooza Berlin 2016. Sebagai band pemuncak di panggung utama di sabtu yang barokah tersebut, Followill bersaudara benar-benar bisa membuat lautan manusia di Treptower park melompat bernyanyi bersama dan membuat mereka yang menonton berpasangan berpelukan semakin erat dengan raut wajah sumringah.

Pembawaan mereka yang santai dan tampak nyaman di atas panggung besar di depan puluhan ribu penonton membuat konser ini serasa intimate concert, khususnya saat Caleb mengajak penonton untuk menyanyikan lagu ulang tahun untuk Matthew sang gitaris yang sedang merayakan ulang tahun pada hari itu. Tampilan slideshow foto masa kecil sang gitaris di layar menambah akrab suasana malam itu. Dan tata visual itu hanya satu dari sekian banyak visual yang memanjakan mata sepanjang satu setengah jam konser berlangsung. Terlihat di tiap lagunya baik itu visual dan tata cahaya yang disuguhkan benar-benar di persiapkan dengan sangat matang dan terkonsep. Tampilan grafis yang mengikuti beat lagu sampai dengan potongan klip film dan iklan di tahun 70-80an bernuansa summer dihadirkan untuk menambah nyawa di tiap lagu yang dibawakan. Tata suara yang keluar dari band asal Nashville ini pun luar biasa enak didengar, suara Caleb sang vokalis dengan logat southern-nya terdengar stabil dari awal hingga akhir penampilan. Sehingga seperti yang saya bilang diawal, keringat yang keluar terbayarkan lewat aksi panggung mereka yang memanjakan telinga, mata, dan asupan bergizi otak untuk dikenang.

Band yang akan mengeluarkan album baru bertitel WALLS (We Are Like Love Songs), ternyata hanya membawakan satu lagu dari album yang dijadwalkan keluar pada oktober ini. Tembang yang berjudul ‘Waste a moment’ ini pun hingar bingar disambut oleh penonton. Hits-hits lain seperti ‘Supersoaker’, ’Molly’s chambers’, ‘Milk’, ‘The Bucket’, ‘Radioactive’ membuat tanah berguncang dan teriakan dari barisan penonton semakin keras untuk menyanyi bersama. Dan saat ‘Use somebody’ dibawakan, suara Caleb mampu disaingi suara dari lautan manusia yang bernyanyi lantang didepannya.

Penampilan mereka dengan ciamik ditutup dengan gegap gempita lewat tembang ‘Sex on fire’, grand finale yang tepat untuk mengamini penampilan mereka yang luar biasa malam itu dan sorak sorai penonton yang tampak sangat antusias bernyanyi bersama sepanjang penampilan mereka. Peluh keringat dan kaki lelah saya beserta istri saat beranjak keluar dari venue setelah 10jam menikmati berbagai macam penampilan di hari itu terbayar lunas lewat senyum sumringah nan puas.

Terdengar sayup tembang ‘Blue monday’ oleh New Order yang tampil di alternative stage yang berjarak kurang lebih 1km dari panggung utama. Penampilan yang saya harus lewatkan dengan penuh dilema karena jam mereka tampil berbarengan dengan Kings of Leon yang untungnya tidak tampil mengecewakan bahkan luar biasa barokah.

Teks dan foto oleh: Yogi Kusuma
Simak karya-karya lainnya dari Yogi Kusuma: @ygksm