Kita Barisan Yang Sia-Sia 

Kita berada di masa kelam peradaban. Semua manusia akan menggila pada waktunya. Hanya bisa berserah, berdoa kepadaNya memohonkan jalan terang. Apakah harapan yang kembali membentuk keharmonisan antar manusia jika maaf saja dirasanya sudah hambar?

Saya pun teringat akan sebuah lagu yang menginterpretasikan tentang semua situasi di atas. Masih relevan sampai sekarang hingga akhir dunia. Kefanaan dan rasa pesimis saya akan yang sementara ini. Sebuah lagu milik RABU berjudul ‘Doa Renjana’ menjadi stimulus atas apa yang terjadi di akhir tahun 2016 lalu.  Lalu jika waktunya tiba, kita hanya “barisan yang sia-sia” dan apalagi yang akan kalian bela?

 

Phodiography by Robby Wahyudi