Senyawa: Konser Tanah Air di Gedung Kesenian Jakarta

Senyawa meleburkan secara dinamis vokal Rully Shabara dan instrumen swadaya Wukir Suryadi. Membawakan elemen dan semangat musik tradisional dalam kerangka musik eksperimental yang modern, intens, dan sangat primal. Wukir Suryadi menciptakan sendiri instrumennya demi menghasilkan bebunyian dan bentuk fisik yang khas dan Rully Shabara mengimbanginya dengan hanya berbekal vokal yang sanggup menjelajah segala ragam frekuensi dan teknik murni.

Dimulai tahun 2010 di Yogyakarta, Senyawa telah menancapkan taji yang cukup diperhitungkan di dunia musik eksperimental dunia selama beberapa tahun terakhir, baik menjadi headline di sejumlah festival besar di berbagai negara atau terlibat dalam banyak proyek lintas disiplin di berbagai tempat. Selama lima tahun terakhir, duo ini rutin melakukan tur ke berbagai benua secara konsisten dan telah tampil di hampir 30 negara.

Mereka pernah berkolaborasi dan berbagi panggung dengan sejumlah nama penting seperti Damo Suzuki, Keiji Haino, Oren Ambarchi, Sun Ra Arkestra, Melt Banana, Death Grips, Trevor Dunn, Swans, hingga Bon Iver.

Senyawa telah merilis satu EP oleh Yes No Wave Musik, tiga album penuh dalam bentuk piringan hitam 12” yakni Acaraki (2013) oleh DualPlover (Australia) dan Anggr (Perancis), Menjadi (2014) oleh Morphine Records (Jerman), dan Puncak (2016) oleh Cejero (Denmark), satu album split 10” bersama Melt Banana, dan sejumlah album kolaborasi bersama Arrington deDionyso dan Kazuhisa Uchihashi.

“Kini, akhirnya Senyawa akan menggelar konser tunggal untuk pertama kalinya di tanah air, membawakan repertoar penuh yang mencerminkan progresi musik mereka selama ini dengan layak.” Kristi Monfries, manajer Senyawa.

Tanah, Air adalah dua judul lagu Senyawa. Tanah dan Air adalah dua kata yang berbeda tapi jika digabung menjadi satu frasa yang artinya Negara Asal. Ini adalah konser tunggal pertama Senyawa di Tanah Air.

Senyawa akan mempresentasikan sejarah musik mereka dan mengajak penonton ke dalam perjalanan bunyi melalui perkembangan mereka yang awalnya sebagai band bawah tanah hingga kematangan musikalitas mereka yang kini tampil di festival-festival utama internasional di seluruh dunia. Gedung Kesenian Jakarta adalah tempat konser yang sempurna untuk menghadirkan restrospeksi musikal ini karena reputasinya yang bergengsi.

G Production sebagai penyelenggara sangat antusias untuk menampilkan Senyawa di Gedung Kesenian Jakarta. Senyawa – Konser Tanah  + Air merupakan kesempatan yang baik untuk menyaksikan pertunjukan Senyawa secara utuh dalam konser tunggal, terlebih cukup jarang Senyawa berkesempatan tampil disini. Hal tersebut juga sejalan dengan pandangan G Production untuk mempresentasikan gagasan-gagasan menarik dalam bermusik di Gedung Kesenian Jakarta.” Ferry Dermawan, direktur program G Production.

Sebelumnya, G Production telah menggelar pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta yaitu “Pure Saturday – Grey Concert” pada Mei 2013 dan Frau – Konser Tentang Rasa” Januari 2016.

Sampai bertemu di Senyawa – Konser Tanah + Air di Gedung Kesenian Jakarta!